Ø Nabi-nabi besar antara lain : Yesaya , Yeremia, (menulis
kitab Yeremia dan Ratapan), Yehezkiel, dan Daniel.
Ø Nabi-nabi kecil antara lain : Hosea, Yoel, Amos,
obaja, yunus, Mikha, nahum, habakuk, zefanya, hagai, zakharia, dan maleakhi.
Beberapa di antara nabi-nabi hidup pada zaman yang sama, contohnya Hosea,Amos,
dan Mikha sezaman dengan Yesaya
NABI-NABI BESAR
I. YESAYA
Nabi Yesaya adalah salah satu abdi Allah yang memulai
pelayanannya pada tahun 740 sM – 681
sM. Nabi Yesaya mati 100 tahun sebelum pembuangan orang Yehuda ke Babel
terjadi. Dalam pelayana-Nya ia berbicara mengenai pemulihan Tuhan atas segalah
sesuatu yang diciptakan.
Yesaya tak hanya memanggil yehuda untuk kembali pada
perjanjian Daud ( II Samuel 7), tetapi juga kembali ke tujuan awal dari
perjanjian Abraham (Kej, 12:1-3), Yaitu Allah memilih Israel untuk dunia
(Kel.19:5-6). Berita yesaya menyatakan pemerintahan universal Yahweh, bahwa
Allah tidak hanya akan mengembalikan orang Israel, tetapi akan memperluas
rencana penebusan Allah ke seluruh dunia melalui pemulihan kerajaan Daud oleh
Mesias.
II.
Yeremia
Yeremia
adalah seorang Lewi. Ia berasal dari Anatot di tanah Benyamin, ayahnya bernama
Hilkia, seorang Imam, Yeremia merasa lemah dan tidak mampu melayani, Yer 1:6
“Ah, Tuhan Allah! sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini sangat
muda.” Yeremia terbuka dengan perasaannnya, Yer 4:19 “Aduh, dadaku! Jantungku
berdebar.” Yeremia seorang yang lemah lembut dan peka (Yer, 8:18;9:1;20:14-18).
Yeremia pun mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas ;
Ø Ada kelompotan untuk membunuh Yeremia (Yer, 11:18)
Ø Yeremia dilemparkan ke dalam penjara oleh pasyur,
oleh seorang imam (Yer, 20:3)
Ø Pangeran-pangeran Yehuda berkomplot untuk
membunuhnya (Yer, 26:10)
Ø Yeria melempar Yeremia ke dalam penjara (Yer, 37:14)
Ø Yeremia dilemparkan ke dalam perigi/sumur yang
berlumpur (Yer,38:6).
Tugas utama dalam pelayanan Nabi yeremia yaitu
memberitakan tentang hukuman bagi bangsa yang tidak bertobat. inilah berita
penghakiman yang disampaikanTuhan kepada Kerajaan Yehuda & Yerusalem :
Ø Hukuman karena mengabaikan Allah
Ø Hukuman karena Ibadah yang menyimpang
Ø Hukuman karena melanggar Perjanjian
Ø Firman Tuhan di masa kekeringan
Ø Tujuan penghakiman
Ø Perumpamaan Yeremia
Ø Penghakiman atas pemimpin rohani dan pemerintah
Baik Yesaya maupun Yeremia banyak bercerita tentang
pembuangan umat Allah dan kembalinya mereka ke Israel. Tetapi tidak semua
nubuatan digenapi saat kepulangan mereka dari pembuangan di bawah pimpinan Ezra
dan Nehemia.
III.
Yehezkiel
Yehezkiel adalah seorang Imam, anak Busi, dari bani
zadok (Yeh,1:3;40:46;44:15). Yehezkiel
tinggal di Yehuda sampai umur 25 tahun. Pada masa remajanya ia dipengaruhi oleh
pembaruan raja Yosia dan Nubuatan Yeremia. Yehezkiel di panggi menjadi nabik ketika ia berumur 30
tahun dan tinggal di babel bersama-sama dengan para buangan lainnya (Yeh,1:1).
Yehezkiel di tugaskan menjadi penjaga/gembala atas orang-orang buangan (pasal
2:3). Jadi 3 diemban Yehezkiel yakni sebagai Imam, nabi dan gembala.
Bagian utama dalam pemberitaan Yehezkiel
yaitu :
Ø Yehezkiel berbicara mengenai malapetaka atau
penghakiman
Ø Disampaikan sebelum kejatuhan Yerusalem, berisi
nubuat malapetaka atas Yehuda dan Ibukotanya Yerusalem. (Yeh,1-24).
Ø Disampaikan setelah kejatuhan (Yeh, 25-32)
Ø Yehezkiel berbicara juga mengenai pengharapan
(pemulihan)
IV.
Daniel
Nabi daniel melayani di babel. Tahun 605 sM Daniel
sudah ada di Babel. Dia masih hidup saat tahun 538 sM Israel dipulangkan dari
Babel, hanya saja Daniel tua untuk ikut
dalam pemulangan tersebut. Karena diperkirakan Daniel men ulis kitab ini tahun
530 sM , maka masa pelayanan Daniel kira-kira 70 tahun atau lebih.
Tema
utama dikatakan dalam Daniel 4:17 “ Supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa
yang maha berkuasa atas kerjaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang
menghendaki-Nya.” Tuhan Allah berdaulat atas raja-raja dan melakukan apa yang
Dia kehendaki.
Nabi Daniel diangkut ke Babel pada
pembangan pertama yang terjadi tahun 605 sM. Daniel melayni dibawah
Nebukadnezar (Babel), (Ewil- Merodakh (Babel), Neriglisar (Babel),
Labasi-Marduk (Babel), Nabonidus (Babel), Balyazar (Babel), dan Koresy
(persia).
Mengenai akhir zaman
kitab Daniel merupakan kitab nubuatan, dalam bentuk lain dari pada yang
lain, berisi gambar-gambar dan lambang, kitab itu terutama berkenaan dengan
akhir yang aman. Dalam hal ini serupa
dengan wahyu, tetapi harus juga dibandingkan dengan Markus 13, Matius24 dan
Lukas 21. Ada orang yang menertawakan nubuatan dan menolak pendapat mengenai
Wahyu, akhir zaman yang penuh bencana. Segala sesuatu berjalan seperti sedia
kala (2 Pet, 3:1-13). Ada pula yang ingin tahu lebih banyak dari pada yang
diperbolehkan, dan mencoba untuk menentukan waktu yang tepat kapan akhir zaman
itu akan tiba.
Dalam keseluruhan kitab kita merasa
kehadiran Allah bersama umatnya, berbagi rencana dengan mereka. Itu yang
menjadi pelajaran yang harus diajarkan oleh Musa kepada orang buangan mesir.
Mereka telah mendarita dan telah pula berdoa, tetapi Allah tidak menyelamatkan
mereka. Allah berkata kepada Musa : “Aku telah memperhatikan dengan sungguh
kesengsarahan umat-Ku di tanah mesir, da aku telah mendengar seruan mereka yang
disebabkan oleh pengarah-pengarah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
Sebab itu Allah telah turun untuk melepaskan mereka..” (Keluaran 3:7-8).
Pengetahuan Allah yang sempurna
mengenai hari depan (Dan 9 :20-27)
a.
Pengantar wahyu (Dan 9:20-23)
Daniel sedang berdoa; tidak meminta sesuatu atau
ingin mengetahui masa depan; tetapi ia mengakui segala kesalahannya; meluruskan
hubungannya dengan Allah. adalah hak Allah apakah Dia mau memberitahukan apa
yang terjadi di masa depan ataukah tidak. Waspada terhadap tanda-tanda zaman
itu perlu, tetapi kita tak perlu mereka-reka atau mengira-ngira kapan Kristus
datang. Tus kita adalah memelihara hubungan dengn Allah.
(9:24)
No comments:
Post a Comment