ALKITAB
Alkitab berotoritas mutlak dan
merupakan satu-satunya standar untuk mengevaluasi serta memahami segala sesuatu
(2 Timotius 3:16-17). Alkitab berdiri sebagai hakim dari segala sesuatu dan
tidak pernah dihakimi oleh sumber lain apa pun. Mengapa demikian? Jawabannya,
karena Alkitab merupakan firman Allah, maka tidak mungkin ada otoritas lain
yang lebih tinggi dari itu. Secara sederhana dapat ditegaskan bahwa Alkitab
harus dipercaya dan diikuti karena Alkitab merupakan firman Tuhan yang mutlak
atau benar. Alkitab adalah satu-satunya otoritas di dalam setiap bidang
kehidupan. Berikut ini fakta-fakta mengenai keautentikan wahyu Allah.
A.
Kewibawaan (Authority)
Seluruh Alkitab adalah firman Allah; tidak memercayai atau menaati Alkitab berarti tidak percaya atau tidak taat kepada Allah. Dengan kata lain, Alkitab memegang otoritas tertinggi dan terakhir terhadap iman dan kehidupan orang percaya karena Alkitab adalah firman yang datang dari Allah sendiri.
Seluruh Alkitab adalah firman Allah; tidak memercayai atau menaati Alkitab berarti tidak percaya atau tidak taat kepada Allah. Dengan kata lain, Alkitab memegang otoritas tertinggi dan terakhir terhadap iman dan kehidupan orang percaya karena Alkitab adalah firman yang datang dari Allah sendiri.
1.
Bukti-Bukti Kewibawaan Alkitab
Pada banyak bagian dalam Alkitab dikatakan, "Demikianlah firman Tuhan...." Bentuk kalimat ini dalam Perjanjian Lama identik dengan bentuk kalimat, "Demikian kata Raja...." yang berarti suatu titah yang datang dari pemilik kekuasaan/otoritas tertinggi (raja) dan tidak dapat diganggu gugat, harus dilakukan dan dilaksanakan (misalnya: Bilangan 22:38; Ulangan 18:18-20; Yeremia 1:9). Dalam Perjanjian Baru, ada beberapa ayat yang jelas sekali menunjukkan bahwa tulisan dalam Perjanjian Lama adalah firman Allah (misalnya: 1 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:21). Dalam Perjanjian Baru juga terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa tulisan dalam Perjanjian Baru adalah firman Allah (misalnya: 2 Petrus 3:16; 1 Timotius 5:18; 1 Korintus 14:37; Yohanes 14:26; 16:13).
Pada banyak bagian dalam Alkitab dikatakan, "Demikianlah firman Tuhan...." Bentuk kalimat ini dalam Perjanjian Lama identik dengan bentuk kalimat, "Demikian kata Raja...." yang berarti suatu titah yang datang dari pemilik kekuasaan/otoritas tertinggi (raja) dan tidak dapat diganggu gugat, harus dilakukan dan dilaksanakan (misalnya: Bilangan 22:38; Ulangan 18:18-20; Yeremia 1:9). Dalam Perjanjian Baru, ada beberapa ayat yang jelas sekali menunjukkan bahwa tulisan dalam Perjanjian Lama adalah firman Allah (misalnya: 1 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:21). Dalam Perjanjian Baru juga terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa tulisan dalam Perjanjian Baru adalah firman Allah (misalnya: 2 Petrus 3:16; 1 Timotius 5:18; 1 Korintus 14:37; Yohanes 14:26; 16:13).
2.
Penerimaan Terhadap Kewibawaan (Otoritas) Alkitab
Penerimaan orang percaya terhadap Alkitab sebagai firman Allah adalah dari keyakinan, yang diberikan oleh Roh Kudus, di dalam hati manusia yang sudah diperbarui. Dengan demikian, penerimaan akan kewibawaan (otoritas) Alkitab dalam kehidupan orang percaya adalah karena iman, bukan datang dari manusia itu sendiri (bdk. 1 Korintus 2:13-14; Yohanes 10:27).
Penerimaan orang percaya terhadap Alkitab sebagai firman Allah adalah dari keyakinan, yang diberikan oleh Roh Kudus, di dalam hati manusia yang sudah diperbarui. Dengan demikian, penerimaan akan kewibawaan (otoritas) Alkitab dalam kehidupan orang percaya adalah karena iman, bukan datang dari manusia itu sendiri (bdk. 1 Korintus 2:13-14; Yohanes 10:27).
B. Ineransi
(Ketidakbersalahan Alkitab)
1. Pengertian/Definisi
Secara umum, "ineransi" diartikan bahwa Alkitab (PL dan PB) adalah seluruhnya firman Allah yang ditulis tanpa kesalahan pada naskah aslinya. Istilah "ineransi" sering kali dicampuradukkan dengan istilah "Infalabiliti", yang memiliki arti bahwa Alkitab tidak mungkin menyesatkan karena semua ajarannya adalah kebenaran (tidak melawan ajaran moral). Sedangkan, penekanan "ineransi" adalah kualitas bebas kesalahan tulisan dan data yang ada di dalam Alkitab. Doktrin tentang ketidakbersalahan Alkitab sangat penting sebab akan memengaruhi doktrin yang lain dan etika Kristen. Misalnya, dalam hal doktrin tentang dosa, penciptaan, Allah, mukjizat, dan keselamatan. Pandangan tentang ineransi Alkitab juga akan menentukan pandangan seseorang tentang etika, perkawinan, dsb..
2.
Pentingnya Ineransi
Sangat penting bagi orang Kristen untuk memegang kepercayaan bahwa Alkitab seluruhnya adalah tidak salah karena Alkitab adalah firman yang datang dari Allah sendiri, yang adalah sempurna dan tidak berdusta. Jika kita tidak memercayai ketidakbersalahan Alkitab, maka kewibawaan Alkitab pun sulit dipertahankan karena berarti kita tidak dapat sepenuhnya memercayai Allah.
Sangat penting bagi orang Kristen untuk memegang kepercayaan bahwa Alkitab seluruhnya adalah tidak salah karena Alkitab adalah firman yang datang dari Allah sendiri, yang adalah sempurna dan tidak berdusta. Jika kita tidak memercayai ketidakbersalahan Alkitab, maka kewibawaan Alkitab pun sulit dipertahankan karena berarti kita tidak dapat sepenuhnya memercayai Allah.
3. Dasar
Penerimaan Ineransi
Penerimaan "ineransi" bukan berdasarkan pada kemampuan manusia dalam menilai Alkitab, namun berdasarkan keyakinan bahwa:
Penerimaan "ineransi" bukan berdasarkan pada kemampuan manusia dalam menilai Alkitab, namun berdasarkan keyakinan bahwa:
a. Allah adalah kebenaran. Oleh karena itu, segala
sesuatu yang difirmankan Allah adalah benar.
b. Allah tidak pernah berdusta. Jadi, apa yang dikatakan-Nya pasti benar. (Ibrani 6:18; 2 Timotius 2:13).
c. Alkitab sendiri menyebut diri-Nya sempurna (Mazmur 19:8), murni (Mazmur 19:9), tepat (Mazmur 19:9), benar (Mazmur 119:43), dan kekal (Mazmur 119:89; Matius 24:34).
d. Roh Kudus memberikan pengawasan penuh kepada para penulisnya, sehingga mereka menuliskannya dengan benar, tanpa kesalahan.
e. Ukuran kebenaran Alkitab adalah "arasional". Akal manusia bukanlah standar ukuran yang dipakai.
b. Allah tidak pernah berdusta. Jadi, apa yang dikatakan-Nya pasti benar. (Ibrani 6:18; 2 Timotius 2:13).
c. Alkitab sendiri menyebut diri-Nya sempurna (Mazmur 19:8), murni (Mazmur 19:9), tepat (Mazmur 19:9), benar (Mazmur 119:43), dan kekal (Mazmur 119:89; Matius 24:34).
d. Roh Kudus memberikan pengawasan penuh kepada para penulisnya, sehingga mereka menuliskannya dengan benar, tanpa kesalahan.
e. Ukuran kebenaran Alkitab adalah "arasional". Akal manusia bukanlah standar ukuran yang dipakai.
4. Bagaimana
Jika Naskah Asli Alkitab Sudah Tidak Ada?
Memang diakui bahwa kita sudah tidak lagi memiliki naskah asli Alkitab. Yang ada hanyalah salinan aslinya. Penyataan asli tertulis memiliki tiga kategori.
a. Penyataan asli (bukan salinan) yang telah selesai ditulis seluruhnya.
b. Penyataan salinan yang ditulis kembali sesuai dengan aslinya (disebut salinan asli).
c. Alkitab, secara kanon, merupakan kesatuan organisasi yang tidak dapat diambil dari konteks keseluruhan isi kitab.
Memang diakui bahwa kita sudah tidak lagi memiliki naskah asli Alkitab. Yang ada hanyalah salinan aslinya. Penyataan asli tertulis memiliki tiga kategori.
a. Penyataan asli (bukan salinan) yang telah selesai ditulis seluruhnya.
b. Penyataan salinan yang ditulis kembali sesuai dengan aslinya (disebut salinan asli).
c. Alkitab, secara kanon, merupakan kesatuan organisasi yang tidak dapat diambil dari konteks keseluruhan isi kitab.
5. Teori
Ineransi
Ada beberapa macam teori "ineransi" yang diajukan.
Ada beberapa macam teori "ineransi" yang diajukan.
a. Ineransi Penuh (Full Inerancy)
Alkitab bukanlah kitab ilmiah atau pun sejarah. Oleh karena itu, tidak dituntut ketepatan yang empiris. Dengan mengerti konteks dan latar belakang budaya kemungkinan besar ketidaktepatan belum tentu suatu kesalahan.
Alkitab bukanlah kitab ilmiah atau pun sejarah. Oleh karena itu, tidak dituntut ketepatan yang empiris. Dengan mengerti konteks dan latar belakang budaya kemungkinan besar ketidaktepatan belum tentu suatu kesalahan.
b. Ineransi Mutlak (Absulute Inerancy)
Semua data di dalam Alkitab adalah benar, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kebenaran ilmiah dan sejarah. Kebenaran Alkitab seharusnya juga dapat dibuktikan dari semua sudut termasuk ilmiah dan sejarah.
Semua data di dalam Alkitab adalah benar, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kebenaran ilmiah dan sejarah. Kebenaran Alkitab seharusnya juga dapat dibuktikan dari semua sudut termasuk ilmiah dan sejarah.
c. Ineransi Terbatas (Limited Inerancy)
Kebenaran Alkitab dapat dibuktikan hanya dari segi doktrinnya yang berhubungan dengan keselamatan. Jika ada kesalahan data yang lain, tidak apa-apa karena itu tidak menjadi kepentingan Alkitab.
Kebenaran Alkitab dapat dibuktikan hanya dari segi doktrinnya yang berhubungan dengan keselamatan. Jika ada kesalahan data yang lain, tidak apa-apa karena itu tidak menjadi kepentingan Alkitab.
d. Pandangan Reformator
Pandangan "ineransi" Alkitab tidak dapat dipisahkan dengan inspirasi. Jika firman Allah diberikan oleh Allah, maka itu tidak mungkin tunduk pada kekeliruan manusia. Memang diakui ada masalah-masalah dalam Alkitab yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan, tetapi hal itu belum cukup membuktikan bahwa Alkitab bersalah. Kebenaran ini mencakup ajaran (doktrin), pola hidup (etika), atau pun peristiwa-peristiwa yang terjadi (sejarah).
Dengan demikian, kita memercayai ineransi Alkitab karena Alkitab diilhamkan oleh Allah yang sempurna. Kesempurnaan Allah atau sifat-sifat Allah menjamin bahwa kata-kata Alkitab tidak mengandung kesalahan dan sempurna di dalam autografnya.
Pandangan "ineransi" Alkitab tidak dapat dipisahkan dengan inspirasi. Jika firman Allah diberikan oleh Allah, maka itu tidak mungkin tunduk pada kekeliruan manusia. Memang diakui ada masalah-masalah dalam Alkitab yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan, tetapi hal itu belum cukup membuktikan bahwa Alkitab bersalah. Kebenaran ini mencakup ajaran (doktrin), pola hidup (etika), atau pun peristiwa-peristiwa yang terjadi (sejarah).
Dengan demikian, kita memercayai ineransi Alkitab karena Alkitab diilhamkan oleh Allah yang sempurna. Kesempurnaan Allah atau sifat-sifat Allah menjamin bahwa kata-kata Alkitab tidak mengandung kesalahan dan sempurna di dalam autografnya.
e. Bagaimana dengan Bagian-bagian Alkitab yang
Dipermasalahkan?
Dalam hal Alkitab yang "ineransi", kaum Injili berpegang pada suatu "komitmen teologi", yaitu kepercayaan terhadap keyakinan iman yang dipegang sebagai ketaatan kepada pribadi dan ajaran Alkitab. Kepercayaan ini tidak dibangun secara empiris (berdasar pengalaman) juga bukan sebagai hasil penelitian dari naskah asli. Oleh karena itu, setiap kesulitan yang ditemui harus diteliti dan dipelajari dengan tunduk pada otoritas Allah.
Dalam hal Alkitab yang "ineransi", kaum Injili berpegang pada suatu "komitmen teologi", yaitu kepercayaan terhadap keyakinan iman yang dipegang sebagai ketaatan kepada pribadi dan ajaran Alkitab. Kepercayaan ini tidak dibangun secara empiris (berdasar pengalaman) juga bukan sebagai hasil penelitian dari naskah asli. Oleh karena itu, setiap kesulitan yang ditemui harus diteliti dan dipelajari dengan tunduk pada otoritas Allah.
Jawaban atas bagian-bagian Alkitab yang masih
sering dipermasalahkan.
6. Satu peristiwa tidak harus selalu diceritakan
dengan istilah/cerita yang sama oleh dua penulis yang berbeda (contoh: Lukas
6:17; Matius 5:1).
7. Kutipan kata tidak harus sama persis, yang
penting kebenarannya (contoh: Hal tentang kesaksian Paulus dari Kisah Para
Rasul 9:7; 22:9).
8. Istilah teknis ilmiah tidak dikenal pada
zaman/budaya/waktu itu
(contoh: Matius 5:1 dengan Lukas 6:17: Markus 10:45 dengan Lukas 18:35).
(contoh: Matius 5:1 dengan Lukas 6:17: Markus 10:45 dengan Lukas 18:35).
9. Tidak setiap perbedaan berarti kesalahan.
Masalah yang belum terjawab tidak harus diartikan kesalahan (contoh: -
pembulatan perhitungan hari, jam, dll.).
Kisah kematian Yudas dari Matius 27:5 dan Kisah
Para Rasul 1:18.
10. Periode penyataan tidak semuanya sama, tergantung konteksnya.
10. Periode penyataan tidak semuanya sama, tergantung konteksnya.
11. Hal berikut ini juga perlu diingat.
Kebiasaan/budaya Timur (Yahudi dan Palestina) tidak sama dengan budaya sekarang.
Tidak menentang, maka tidak berarti salah. (blm jelas maksudnya)
Kebiasaan/budaya Timur (Yahudi dan Palestina) tidak sama dengan budaya sekarang.
Tidak menentang, maka tidak berarti salah. (blm jelas maksudnya)
Pengertian/Definisi
Kejelasan Alkitab diartikan bahwa Alkitab ditulis sedemikian rupa sehingga jelas maksud pemberitaan dan pengajarannya, sehingga dapat dimengerti oleh setiap orang yang sungguh-sungguh membaca dan mencari pertolongan Tuhan serta bersedia melakukan firman Tuhan itu. Namun demikian, tidak berarti bahwa semua bagian Alkitab akan dapat dimengerti dengan mudah. Tidak juga berarti bahwa setiap orang akan mengertinya dengan benar. Tetapi benar bahwa untuk mengerti isi Alkitab dengan benar seseorang harus memiliki persyaratan moral dan rohani tertentu (1 Korintus 2:14). Juga, ada kemungkinan bahwa seseorang dapat mengerti satu bagian Alkitab dengan lebih jelas daripada orang lain (2 Petrus 3:16).
Kesulitan manusia untuk mengerti/menafsirkan isi
Alkitab seringkali dikarenakan pikiran manusia yang dibutakan oleh dosa, bukan
karena kemampuan intelektual mereka. (1 Korintus 1:18-3:4; Ibrani 5:14; 2
Petrus 3:5).
Bagaimana kita bisa mengerti atau menafsirkan isi
Alkitab secara jelas, benar, dan tepat?
. Hanya dalam terang Roh Kudus-lah manusia dapat mengerti firman Tuhan dengan benar dan tepat (Efesus 3:4, 5; 1 Korintus 2:12, 13; Yohanes 14:26; 16:13-15; 2 Petrus 1:21).
. Hanya dalam terang Roh Kudus-lah manusia dapat mengerti firman Tuhan dengan benar dan tepat (Efesus 3:4, 5; 1 Korintus 2:12, 13; Yohanes 14:26; 16:13-15; 2 Petrus 1:21).
a. Memunyai motivasi yang benar, tidak untuk
kesombongan, keserakahan, kepentingan diri sendiri, dan tidak kurang iman
(tidak percaya) (Lukas 24:25; 2 Korintus 4:3-4).
b. Memunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup
untuk menafsirkan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip menafsirkan yang sehat dan
mengembangkannya sebagai keterampilan, maka kita akan dapat menafsirkan dengan
baik. Sarana-sarana untuk penafsirkan juga sangat berpengaruh dalam mendapatkan
data yang lengkap.
Keharusan (Necessity)
Pengertian/Definisi
Keharusan Alkitab berarti bahwa Alkitab benar-benar diperlukan secara mutlak untuk mengenal Kristus supaya kita dapat diselamatkan. Hanya Alkitablah yang memberitakan kebenaran Kabar Baik tentang Kristus (Roma 1:16). Penekanannya bukan pada keperluan untuk mengenal sifat-sifat umum Allah, melainkan secara khusus untuk memelihara kehidupan rohani dan untuk mengetahui kehendak Allah.
Pengertian/Definisi
Keharusan Alkitab berarti bahwa Alkitab benar-benar diperlukan secara mutlak untuk mengenal Kristus supaya kita dapat diselamatkan. Hanya Alkitablah yang memberitakan kebenaran Kabar Baik tentang Kristus (Roma 1:16). Penekanannya bukan pada keperluan untuk mengenal sifat-sifat umum Allah, melainkan secara khusus untuk memelihara kehidupan rohani dan untuk mengetahui kehendak Allah.
Bukti-Bukti Keperluan Mutlak Alkitab
Roma 10:13-17: Agar manusia dapat diselamatkan, mereka harus mendengar firman Injil Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 4:12: Tidak ada keselamatan di luar Kristus. 1 Timotius 2:5-6: Tidak ada Pengantara lain selain Yesus Kristus untuk menjadi Pendamai antara manusia dengan Allah.
Kesimpulan: karena Alkitab adalah satu-satunya sumber untuk mengenal Kristus; Injil yang memunyai kuasa untuk menyelamatkan, maka manusia harus membaca Alkitab atau mendengar dari orang lain, firman yang ada di dalam Alkitab.
Roma 10:13-17: Agar manusia dapat diselamatkan, mereka harus mendengar firman Injil Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 4:12: Tidak ada keselamatan di luar Kristus. 1 Timotius 2:5-6: Tidak ada Pengantara lain selain Yesus Kristus untuk menjadi Pendamai antara manusia dengan Allah.
Kesimpulan: karena Alkitab adalah satu-satunya sumber untuk mengenal Kristus; Injil yang memunyai kuasa untuk menyelamatkan, maka manusia harus membaca Alkitab atau mendengar dari orang lain, firman yang ada di dalam Alkitab.
Kecukupan (Sufficiency)
Pengertian/Definisi
Kecukupan Alkitab memiliki arti bahwa Alkitab berisi semua firman Allah yang dibutuhkan oleh orang percaya untuk keselamatannya dan untuk hidup di dalam keselamatannya, sehingga tidak diperlukan lagi tambahan "penyataan" lain di luar Alkitab. Dengan demikian, kita percaya bahwa Alkitab adalah cukup sebagai satu-satunya sumber firman Allah yang diperlukan oleh manusia untuk selamat dan hidup dalam keselamatannya.
Pengertian/Definisi
Kecukupan Alkitab memiliki arti bahwa Alkitab berisi semua firman Allah yang dibutuhkan oleh orang percaya untuk keselamatannya dan untuk hidup di dalam keselamatannya, sehingga tidak diperlukan lagi tambahan "penyataan" lain di luar Alkitab. Dengan demikian, kita percaya bahwa Alkitab adalah cukup sebagai satu-satunya sumber firman Allah yang diperlukan oleh manusia untuk selamat dan hidup dalam keselamatannya.
Bukti-Bukti Kecukupan Alkitab di Dalam Alkitab
Beberapa ayat di bawah ini menyatakan berbagai bukti kecukupan Alkitab.
. 2 Timotius 3:15-17
a. Yakobus 1:18
b. 1 Petrus 1:23
c. Wahyu 22:18,19
Beberapa ayat di bawah ini menyatakan berbagai bukti kecukupan Alkitab.
. 2 Timotius 3:15-17
a. Yakobus 1:18
b. 1 Petrus 1:23
c. Wahyu 22:18,19
Tidak Pernah Gagal dalam Maksudnya (Efficacy)
Pengertian/Definisi
Maksud dan tujuan Alkitab adalah memberikan berita tentang Allah dan rencana keselamatan-Nya kepada manusia. Dalam menyampaikan beritanya ini, Alkitab tidak pernah gagal mencapai maksudnya, baik untuk orang yang menerima keselamatan ataupun untuk mereka yang menolak. Untuk orang yang diselamatkan, firman Allah memberikan damai sejahtera dan hidup yang kekal, untuk orang yang menolak firman-Nya, Allah menyatakan keadilan-Nya dengan menghukum mereka ke dalam nyala api selama-lamanya.
Pengertian/Definisi
Maksud dan tujuan Alkitab adalah memberikan berita tentang Allah dan rencana keselamatan-Nya kepada manusia. Dalam menyampaikan beritanya ini, Alkitab tidak pernah gagal mencapai maksudnya, baik untuk orang yang menerima keselamatan ataupun untuk mereka yang menolak. Untuk orang yang diselamatkan, firman Allah memberikan damai sejahtera dan hidup yang kekal, untuk orang yang menolak firman-Nya, Allah menyatakan keadilan-Nya dengan menghukum mereka ke dalam nyala api selama-lamanya.
Bukti-Bukti di Dalam Alkitab
Yesaya 55:11: Firman Allah tidak pernah kembali dengan sia-sia.
Kesatuan (Unity)
Pengertian/Definisi
Alkitab memunyai satu kesatuan isi dan berita, yaitu Allah yang menyatakan diri kepada manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus.
Yesaya 55:11: Firman Allah tidak pernah kembali dengan sia-sia.
Kesatuan (Unity)
Pengertian/Definisi
Alkitab memunyai satu kesatuan isi dan berita, yaitu Allah yang menyatakan diri kepada manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus.
Alkitab adalah "Unik"
Kesatuan Alkitab menunjukkan bahwa Alkitab berbeda dari kitab-kitab yang lain, sangat unik. Mengapa? Berikut ini adalah daftar yang membuktikan bahwa Alkitab itu sangat unik.
. Satu-satunya kitab yang ditulis dalam jangka waktu 1600 tahun dan melibatkan kisah dari 60 generasi.
Kesatuan Alkitab menunjukkan bahwa Alkitab berbeda dari kitab-kitab yang lain, sangat unik. Mengapa? Berikut ini adalah daftar yang membuktikan bahwa Alkitab itu sangat unik.
. Satu-satunya kitab yang ditulis dalam jangka waktu 1600 tahun dan melibatkan kisah dari 60 generasi.
a. Ditulis oleh kurang lebih 40 penulis dari
berbagai kalangan (raja, nabi, nelayan, penulis puisi, orang kaya, petani, ahli
filsafat, negarawan, ahli politik, gembala, militer, dokter, dsb.).
b. Ditulis di tempat-tempat yang berbeda (di
penjara, di padang belantara, di bukit, di istana, di pulau terpencil, dsb.).
c. Ditulis dalam zaman, waktu, tempat (tiga benua),
dan keadaan yang berbeda-beda.
d. Ditulis dalam tiga macam bahasa (Ibrani, Aramic,
Yunani).
e. Buku yang paling jujur menceritakan semua
kebaikan dan kejelekan sifat manusia.
f. Buku yang berisi nubuatan dan yang kebenaran
nubuatannya sudah terbukti.
g. Alkitab juga adalah buku yang dapat bertahan
melalui waktu, penganiayaan, kritikan, pengrusakan, dll..
h. Alkitab adalah buku pertama yang diterjemahkan
berulang-ulang, dalam jumlah bahasa yang terbanyak, dan sudah disebarkan ke
seluruh penjuru dunia.
KESIMPULAN
Alkitab adalah
perkataan Allah, atau buah pikiran Allah yang dituangkan dalam tulisan untuk
dibaca dan melaksanakan apa yang ditentukan dalam Alkitab. Jadi Alkitab yang harus menjadi tolak ukur dalam setiap
hidup orang percaya.
No comments:
Post a Comment